158 Bagai
guna-guna alu, sesudah menumbuk dicampakkan,
Artinya: Jika sudah tidak berguna biasanya dibuang
begitu aja.
#159. Bak alu
pencukil duri.
Artinya: Mengerjakan sesuatu pekerjaan yang sia-sia
hasilnya.
Anak
dipangku dilepaskan, beruk dirimba disusukan.
Artinya: Membereskan perkara orang lain, sedang urusannya sendiri dilupakan.
#160. Anak sebatang kara.
Artinya: Anak yang tak mempunyai sanak saudara.
#161. Anak seorang penaka tidak.
Artinya: Membereskan perkara orang lain, sedang urusannya sendiri dilupakan.
#160. Anak sebatang kara.
Artinya: Anak yang tak mempunyai sanak saudara.
#161. Anak seorang penaka tidak.
Artinya: Anak yang tidak punya sanak saudara.
#162. Anak cantik, menantu molek.
Artinya: Seseorang yang sedang dalam kebahagiaan atau mendapatkan keuntungan
yang sangat banyak.
#163. Beranak tiada berbidan.
#162. Anak cantik, menantu molek.
Artinya: Seseorang yang sedang dalam kebahagiaan atau mendapatkan keuntungan
yang sangat banyak.
#163. Beranak tiada berbidan.
Artinya: Seseorang yang kesusahan karena
perbuatannya sendiri.
#164. Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan.
Artinya: Jika kita sayang akan anak harus kita marahi jika ia bersalah.
#165. Kecil-kecil anak, kalau besar menjadi onak.
Artinya: Waktu masih kecil membuat hati senang, kalau sudah besar membuat
kesusahan bagi kedua orang tuanya.
#166. Rusak anak oleh menantu.
Artinya: Orang yang kita kasihi merusak harta benda yang kita berikan kepadanya.
#167. Pandang anak pandang menantu.
Artinya: Mencari menantu harus sepadan.
#164. Kasihkan anak tangan-tangankan, kasihkan bini tinggal-tinggalkan.
Artinya: Jika kita sayang akan anak harus kita marahi jika ia bersalah.
#165. Kecil-kecil anak, kalau besar menjadi onak.
Artinya: Waktu masih kecil membuat hati senang, kalau sudah besar membuat
kesusahan bagi kedua orang tuanya.
#166. Rusak anak oleh menantu.
Artinya: Orang yang kita kasihi merusak harta benda yang kita berikan kepadanya.
#167. Pandang anak pandang menantu.
Artinya: Mencari menantu harus sepadan.
Bagai anjing
menyalak di ekor gajah.
Artinya: Si lemah hendak melawan orang berkuasa, tentu saja kalah.
#168. Anjing mengulangi bangkai.
Artinya: Mengulangi perbuatan yang tak patut.
#169. Angin ditepuk menjungkit ekor.
Orang yang tiada berbudi bila dihormati sombong.
#170. Anjing galak, babi berani.
Sama-sama berani.
#171. Anjing itu meski dirantai dengan rantai emas sekalipun, niscaya berulang
ulang juga ke tempat najis.
Orang yang bertabiat jahat, sekalipun dinasehati atau disenangkan tak akan berubah
kelakuannya.
#172. Bagai anjing beranak enam.
Sangat kurus tubuhnya.
#173. Bagai anjing tersepit pagar.
Orang yang tidak pernah tahu membalas budi orang yang menolongnya, malahan
membuat sakit hatinya.
#174. Seperti anjing beroleh bangkai.
Seorang yang rakus dengan mudah mendapatkan suatu benda.
#175. Seperti anjing berebut tulang.
Orang yang tamak dalam perebutan mencari rezeki.
#176. Seperti anjing bercawat ekor.
Orang yang pergi karena malu.
#177. Seperti anjing dengan kucing.
Tidak pernah rukun.
#178. Seperti anjing kepala busuk.
Orang yang dikenal jahat, kemanapun ia pergi dan dimanapu ia berada pasti akan
selalu dihinakan orang.
#179. Seperti anjing terpanggang ekor.
Mendapat kesusahan yang teramat sangat sehingga tidak karuan tingkahnya.
#180. Seperti disalah anjing bertuah.
Tidak dapat ditangguhkan/ditunda lagi.
Artinya: Si lemah hendak melawan orang berkuasa, tentu saja kalah.
#168. Anjing mengulangi bangkai.
Artinya: Mengulangi perbuatan yang tak patut.
#169. Angin ditepuk menjungkit ekor.
Orang yang tiada berbudi bila dihormati sombong.
#170. Anjing galak, babi berani.
Sama-sama berani.
#171. Anjing itu meski dirantai dengan rantai emas sekalipun, niscaya berulang
ulang juga ke tempat najis.
Orang yang bertabiat jahat, sekalipun dinasehati atau disenangkan tak akan berubah
kelakuannya.
#172. Bagai anjing beranak enam.
Sangat kurus tubuhnya.
#173. Bagai anjing tersepit pagar.
Orang yang tidak pernah tahu membalas budi orang yang menolongnya, malahan
membuat sakit hatinya.
#174. Seperti anjing beroleh bangkai.
Seorang yang rakus dengan mudah mendapatkan suatu benda.
#175. Seperti anjing berebut tulang.
Orang yang tamak dalam perebutan mencari rezeki.
#176. Seperti anjing bercawat ekor.
Orang yang pergi karena malu.
#177. Seperti anjing dengan kucing.
Tidak pernah rukun.
#178. Seperti anjing kepala busuk.
Orang yang dikenal jahat, kemanapun ia pergi dan dimanapu ia berada pasti akan
selalu dihinakan orang.
#179. Seperti anjing terpanggang ekor.
Mendapat kesusahan yang teramat sangat sehingga tidak karuan tingkahnya.
#180. Seperti disalah anjing bertuah.
Tidak dapat ditangguhkan/ditunda lagi.
Antah berkumpul dengan antah, beras bersama beras.
Setiap orang selalu mencari orang yang sederajat.
#181. Dipilih antah satu-satu.
Dipilih atau diperiksa dengan seksama.
#182. Tidak tahu antah terkunyah.
Tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut.
#183. Tiada berpisah antah dan beras.
Tiada tentu lawan atau kawan.
#184. Disisih sebagai antah.
Tidak boleh ikut campur.
Setiap orang selalu mencari orang yang sederajat.
#181. Dipilih antah satu-satu.
Dipilih atau diperiksa dengan seksama.
#182. Tidak tahu antah terkunyah.
Tidak merasa melakukan sesuatu yang tidak patut.
#183. Tiada berpisah antah dan beras.
Tiada tentu lawan atau kawan.
#184. Disisih sebagai antah.
Tidak boleh ikut campur.
. Bagai api
dengan asap.
Persahabatan yang sangat erat.
#185. Bersuluh menjumput api.
Bertanya sesuatu yang sudah diketahui.
#186. Kalau tak api masakan ada asap.
Perbuatan asap akhirnya tersiar juga.
#187. Meletakan api di bubungan.
Sengaja mencari bahaya.
#188. Seperti api dalam sekam.
Hal-hal yang tidak baik yang tidak tampak.
#189. Seperti api makan lalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
Orang yang lemah tidak berdaya menolak bencana yang menimpanya.
Persahabatan yang sangat erat.
#185. Bersuluh menjumput api.
Bertanya sesuatu yang sudah diketahui.
#186. Kalau tak api masakan ada asap.
Perbuatan asap akhirnya tersiar juga.
#187. Meletakan api di bubungan.
Sengaja mencari bahaya.
#188. Seperti api dalam sekam.
Hal-hal yang tidak baik yang tidak tampak.
#189. Seperti api makan lalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi.
Orang yang lemah tidak berdaya menolak bencana yang menimpanya.
190. Asing lubuk,
asing ikannya.
Lain daerah, lain adatnya.
#191. Asing maksud, asing sampai.
Tidak sesuai dengan yang diharapkan.
#192. Atap rumbia perabung upih.
Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk.
#193. Aur ditanam, betung tumbuh.
Mendapat untung (laba) yang banyak.
#194. Seperti aur dengan rebung.
Sangat karib tentang persahabatannya.
#195. Seperti aur dengan tebing.
Saling menolong, tunjang menunjang.
#196. Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya.
Kita yang bersusah payang, orang lain yang mendapat keuntungan.
#197. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai berjungkat.
Untuk menutupi kesalahannya, dicari alasan pada orang lain.
Lain daerah, lain adatnya.
#191. Asing maksud, asing sampai.
Tidak sesuai dengan yang diharapkan.
#192. Atap rumbia perabung upih.
Barang yang baik bercampur dengan barang yang buruk.
#193. Aur ditanam, betung tumbuh.
Mendapat untung (laba) yang banyak.
#194. Seperti aur dengan rebung.
Sangat karib tentang persahabatannya.
#195. Seperti aur dengan tebing.
Saling menolong, tunjang menunjang.
#196. Awak yang payah membelah ruyung, orang lain mendapat sagunya.
Kita yang bersusah payang, orang lain yang mendapat keuntungan.
#197. Awak yang tiada pandai menari, dikatakan lantai berjungkat.
Untuk menutupi kesalahannya, dicari alasan pada orang lain.
#198. Ayam bertelur
di atas padi.
Hidup dalam kesenangan dan kemewahan.
#199. Ayam bertelur di padi mati kelaparan.
Selalu kekurangan meskipun berpenghasilan besar.
#200. Ayam berkokok, hari siang.
Sudah ada tanda yang pasti.
#201. Ayam ditambat disambar elang.
Malang sekali, bernasib buruk.
#202. Ayam beroga itu kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun,
ke hutan juga perginya.
Betapapun senangnya dan bahagianya di perantauan, negeri asal kita tak
mudah dilupakan.
#203. Ayam hitam terbang malam, hingga ke rimba dalam, bertali ijuk
bertambang tanduk.
Sukar ketahuan (tentang perkara atau sebagainya).
#204. Ayam itik raja pada tempatnya.
Setiap orang berkuasa di lingkungan atau tempatnya.
#205. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasi, bertali benang
bertambah tulang.
Mudah ketahuan.
#206. Bagai ayam dimakan tungau.
Tidak sehat badannya, lagi kurus dan pucat wajahnya.
#207. Menerka ayam di dalam telur.
Menentukan sesuatu yang mustahil ditentukan.
#208. Seperti anak ayam kehilangan induk.
Menderita kesusahan karena kehilangan pemimpinnya.
#209. Seperti musang berbulu ayam.
Pura-pura berbuat baik untuk menyembunyikan kesalahannya.
Hidup dalam kesenangan dan kemewahan.
#199. Ayam bertelur di padi mati kelaparan.
Selalu kekurangan meskipun berpenghasilan besar.
#200. Ayam berkokok, hari siang.
Sudah ada tanda yang pasti.
#201. Ayam ditambat disambar elang.
Malang sekali, bernasib buruk.
#202. Ayam beroga itu kalau diberi makan di pinggan emas sekalipun,
ke hutan juga perginya.
Betapapun senangnya dan bahagianya di perantauan, negeri asal kita tak
mudah dilupakan.
#203. Ayam hitam terbang malam, hingga ke rimba dalam, bertali ijuk
bertambang tanduk.
Sukar ketahuan (tentang perkara atau sebagainya).
#204. Ayam itik raja pada tempatnya.
Setiap orang berkuasa di lingkungan atau tempatnya.
#205. Ayam putih terbang siang, hinggap di kayu merasi, bertali benang
bertambah tulang.
Mudah ketahuan.
#206. Bagai ayam dimakan tungau.
Tidak sehat badannya, lagi kurus dan pucat wajahnya.
#207. Menerka ayam di dalam telur.
Menentukan sesuatu yang mustahil ditentukan.
#208. Seperti anak ayam kehilangan induk.
Menderita kesusahan karena kehilangan pemimpinnya.
#209. Seperti musang berbulu ayam.
Pura-pura berbuat baik untuk menyembunyikan kesalahannya.
Babi merasa gulai.
Menyama-nyamai orang besar (kaya).
#210. Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi.
Kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai.
#211. Badak makan anak.
Ayah membuang anaknya karena takut akan binasa kebesarannya (pada raja-raja
zaman dahulu).
#212. Seperti kulit badak.
Tidak punya perasaan.
#213. Badan dapat dimiliki, hati tak dapat dimiliki.
Orang yang selalu menuruti perintah, tapi dalam hatinya melawan.
#214. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang juga.
Budi bahasa yang baik tidak mudah dilupakan orang.
#214. Beroleh badar ditimbahkan.
Mendpat keuntungan yang tida disangka-sangka.
#215. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri.
Kalau pandai mengatur, barang yang kurang baikpun menjadi bagus.
#216. Besar kayu besar bahannya.
Jika penghasilan besar, pengeluaran besar.
#217. Bahasa menunjukan bangsa.
Budi bahasa, perangai, dan tutur kata menunjukan sifat dan tabiat seseorang.
#218. Memikul dibahu, menjunjung di kepala.
Mengerjakan sesuatu menurut aturan.
#219. Tangan mencencang, bahu memikul.
Siapa yang salah harus mendapat hukuman.
#220. Bajak patah banting terambau.
Menderita kecelakaan bertimpa-timpa.
#221. Bajak selalu di tanah lembut.
Orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah.
#222. Bajak sudah terdorong ke bancah.
Sudah terlanjur tidak dapat kembali.
#223. Dahulu bajak daripada jawi.
Sesuatu yang patut didahulukan, dikebelangkankan/Tidak menurut aturan biasanya.
#224. Baji dahan membelah dahan.
Memboroskan harta tuannya.
#225. Bersua baji dengan matan, tahan baji oleh kelidai.
Keras berani lawan keras berani pula.
#226. Bagai memakai baju pinjaman.
Tingkah laku yang dibuat-buat sehingga terlihat canggung.
#227. Bagai melulus baju sempit, bagai terbuang ke sisiran.
Seseorang yang senang karena terlepas dari kesusahan.
#228. Baju indah dari balai, tiba dirumah menyarungkan.
Hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi.
#229. Jangan mengukur baju orang di badan sendiri.
Jangan mengukur orang lain dengan kejahatan dan kebaikan kita sendiri.
#230. Mencabik baju di dada.
Menceritakan aib sendiri kepada orang lain.
#231. Mengukur baju di badan sendiri.
Menentuan baik dan buruk menurut perasaan sendiri.
#232. Bakarlah air ambilah abunya.
Menghendaki sesuatu yang mustahil kita peroleh.
#233. Dibakar tak hangus, direndam tak basah.
Sangat kikir, sangat kuasa.
#234. Bagai kebakaran jenggot.
Bingung tidak karuan.
#235. Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Biasanya jarang sekali orang memperhatikan kesusahan orang lain.
Menyama-nyamai orang besar (kaya).
#210. Kalau sorok lebih dahulu daripada tokok, tidak mati babi.
Kalau lagak atau bual yang didahulukan, maksud tidak akan tercapai.
#211. Badak makan anak.
Ayah membuang anaknya karena takut akan binasa kebesarannya (pada raja-raja
zaman dahulu).
#212. Seperti kulit badak.
Tidak punya perasaan.
#213. Badan dapat dimiliki, hati tak dapat dimiliki.
Orang yang selalu menuruti perintah, tapi dalam hatinya melawan.
#214. Hancur badan di kandung tanah, budi baik dikenang juga.
Budi bahasa yang baik tidak mudah dilupakan orang.
#214. Beroleh badar ditimbahkan.
Mendpat keuntungan yang tida disangka-sangka.
#215. Kalau pandai menggulai, badar jadi tenggiri.
Kalau pandai mengatur, barang yang kurang baikpun menjadi bagus.
#216. Besar kayu besar bahannya.
Jika penghasilan besar, pengeluaran besar.
#217. Bahasa menunjukan bangsa.
Budi bahasa, perangai, dan tutur kata menunjukan sifat dan tabiat seseorang.
#218. Memikul dibahu, menjunjung di kepala.
Mengerjakan sesuatu menurut aturan.
#219. Tangan mencencang, bahu memikul.
Siapa yang salah harus mendapat hukuman.
#220. Bajak patah banting terambau.
Menderita kecelakaan bertimpa-timpa.
#221. Bajak selalu di tanah lembut.
Orang yang selalu menderita adalah orang yang lemah.
#222. Bajak sudah terdorong ke bancah.
Sudah terlanjur tidak dapat kembali.
#223. Dahulu bajak daripada jawi.
Sesuatu yang patut didahulukan, dikebelangkankan/Tidak menurut aturan biasanya.
#224. Baji dahan membelah dahan.
Memboroskan harta tuannya.
#225. Bersua baji dengan matan, tahan baji oleh kelidai.
Keras berani lawan keras berani pula.
#226. Bagai memakai baju pinjaman.
Tingkah laku yang dibuat-buat sehingga terlihat canggung.
#227. Bagai melulus baju sempit, bagai terbuang ke sisiran.
Seseorang yang senang karena terlepas dari kesusahan.
#228. Baju indah dari balai, tiba dirumah menyarungkan.
Hukuman sudah diputuskan dan tidak boleh dibanding lagi.
#229. Jangan mengukur baju orang di badan sendiri.
Jangan mengukur orang lain dengan kejahatan dan kebaikan kita sendiri.
#230. Mencabik baju di dada.
Menceritakan aib sendiri kepada orang lain.
#231. Mengukur baju di badan sendiri.
Menentuan baik dan buruk menurut perasaan sendiri.
#232. Bakarlah air ambilah abunya.
Menghendaki sesuatu yang mustahil kita peroleh.
#233. Dibakar tak hangus, direndam tak basah.
Sangat kikir, sangat kuasa.
#234. Bagai kebakaran jenggot.
Bingung tidak karuan.
#235. Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu.
Biasanya jarang sekali orang memperhatikan kesusahan orang lain.
158.Like
a voodoo pounder, after mashing cast,
That
is: If it is not useful often thrown wrote.
#
159. Bak alu pencukil thorns.
Meaning:
Doing something work that futile results.
Lap
child is released, apes dirimba disusukan.
Meaning:
Clearing the case of others, are being forgotten its own affairs.
#
160. Kids kara.
Meaning:
Children who do not have relatives.
#
161. Son of a penaka not.
Meaning:
Children who have no relatives.
#
162. Pretty boy, handsome son.
Meaning:
Someone who is in happiness or benefit
Very
much.
#
163. Beranak no berbidan.
Meaning:
Someone who cares for his own actions.
#
164. Kasihkan children handed over hand, kasihkan chant stay-behind.
Meaning:
If we love our children must be mad if he was guilty.
#
165. Small child, when he grows into a thorn bush.
Meaning:
As a child makes the heart glad, when it's great to make
distress
for both parents.
#
166. Damaged children by law.
Meaning:
People who we loved in property damage that we gave him.
#
167. A child's view of the law.
Meaning:
Finding the law must be commensurate.
Like
a dog barking at the elephant.
Meaning:
The weak going against the powerful, of course, lost.
#
168. Dogs repeat carcass.
Meaning:
Repeating improper actions.
#
169. Menjungkit patted tail wind.
People
who are not virtuous when respected arrogant.
#
170. Vicious dogs, pigs bold.
Equally
bold.
#
171. The dog was even chained with a gold chain though, undoubtedly repeating
re
also to the unclean.
People
who are evil temper, even if advised or pleased unchanging
behavior.
#
172. Like a dog litter of six.
Very
thin body.
#
173. Tersepit fence like a dog.
People
who never knew repay those who helped him, even
making
her sick.
#
174. As a dog hath carcass.
A
voracious easily get an object.
#
175. Like dogs fighting over a bone.
A
greedy man in the race seeking sustenance.
#
176. Bercawat like a dog's tail.
People
who go out of shame.
#
177. Like a dog with a cat.
Never
harmony.
#
178. As a dog's head is rotten.
People
who are known evil, wherever he went, and he was definitely going dimanapu
always
insulted people.
#
179. As a dog roast tail.
Got
extreme distress so unpalatable acting.
#
180. As misunderstood dogs auspicious.
May
not be suspended / postponed again.
#
181. Selected middle one-on-one.
Selected
or checked carefully.
#
182. Do not know the middle chewed.
Did
not feel doing something inappropriate.
#
183. There is no middle parting and rice.
Nothing
of course opponents or friends.
#
184. Disisih as the middle.
Should
not interfere.
,
Like fire with smoke.
A
very close friendship.
#
185. Bersuluh pinching fire.
Ask
something already known.
#
186. If there is no smoke cooking fire.
Deeds
smoke eventually spread as well.
#
187. Put the fire on the ridge.
Deliberately
look for danger.
#
188. As the fire in the husk.
Things
are not good that do not appear.
#
189. Like fire eating dry weeds, nothing can be extinguished again.
Those
who are weak powerless rejecting the disaster that happened to him.
190.
Foreign depths, foreign fish.
Another
area, another custom.
#
191. Foreign intent, alien to.
Not
as expected.
#
192. Upih perabung thatched roof.
Goods
are well mixed with the bad stuff.
#
193. Aur planted, betung grow.
A
profit (profit) that much.
#
194. As aur with bamboo shoots.
Very
intimate about friendship.
#
195. As aur with cliffs.
Mutual
help, tunjang support.
#
196. The crew were crummy splitting ruyung, others got sagunya.
We
were bothered payang, others benefit.
#
197. The crew were not good at dancing, said berjungkat floor.
To
cover up his mistake, sought reasons in others.
#
198. Chickens lay eggs on top of rice.
Live
in ease and luxury.
#
199. In clover starve to death.
Always
shortage despite large income.
#
200. The rooster crows, midday.
Already
there is a definite sign.
#
201. Chicken hawk tethered struck.
That's
unfortunate, ill-fated.
#
202. Chicken Beroga that when fed on a gold plate though,
also
gone to the forest.
No
matter how nice and happy in the overseas, the first home we do not
easily
forgotten.
#
203. Black cock flying at night, down to the jungle in, roped fibers
mined
horn.
It
is hard to get caught (about the case or the like).
#
204. Poultry king in his place.
Everyone
in power in the neighborhood or place.
#
205. White chicken fly day, perched on a wooden merasi, laced thread
increases
bone.
Easily
caught.
#
206. Bagai eaten chicken mites.
Not
healthy body, more thin and pale face.
#
207. Guess the chicken in the egg.
Determining
something impossible determined.
#
208. As chicks lost parent.
Suffer
hardship due to loss of its leader.
#
209. As a wolf in the sheep's clothing.
Ostensibly
do well to hide their mistakes.
Pig
feel goulash.
Nyamai
people behave-big (rich).
#
210. If sorok earlier than tokok, not dead pig.
If
mannerism or gabble precedence, the purpose will not be achieved.
#
211. Rhino eating children.
Father
dump him for fear of perishing greatness (the kings
ancient
time).
#
212. Such as rhino skin.
Do
not have feelings.
#
213. Agency can be held, the liver can not be owned.
People
who always obey orders, but in his heart against.
#
214. Shattered bodies in the bladder soil, good favor is remembered well.
Budi
good language is not easily forgotten.
#
214. Badar obtain ditimbahkan.
Mendpat
advantage tida unexpected.
#
215. If clever butter up, so badar mackerel.
If
good at organizing, goods less baikpun be nice.
#
216. Great big wooden material.
If
a substantial income, big spending.
#
217. Language shows the nation.
Budi
language, mannerisms, and speech indicates the nature and character of a
person.
#
218. Dibahu bear, uphold in the head.
Do
things by the rules.
#
219. Chop hands, shoulders to bear.
Who
is at fault should be punished.
#
220. Terambau broken plow slam.
Suffered
an accident bertimpa-override.
#
221. Plow always in the soft ground.
People
who have always suffered from a weak one.
#
222. Plow had been pushed to bancah.
Already
can not return.
#
223. Formerly than ox plows.
Something
that should take precedence, dikebelangkankan / Not according to the usual
rules.
#
224. Bough branches splitting wedge.
Squandered
his master.
#
225. Met with honor wedge, wedge hold by kelidai.
Hard
dare brave opponent loud anyway.
#
226. Like wearing a loan.
Behavior
made-up so that it looks awkward.
#
227. Bagai melulus narrow clothes, like wasted to strokes.
Someone
who is happy because in spite of distress.
#
228. Beautiful clothes from the hall, arriving home sheathed.
The
punishment has been decided and should not be compared again.
#
229. Do not measure the entity in its own clothes.
Do
not measure others with evil and goodness of our own.
#
230. Tearing the clothes in the chest.
Telling
disgrace himself to others.
#
231. Measure clothes on the body itself.
Menentuan
good and bad according to his own feelings.
#
232. Burn water pick up on the ashes.
Desiring
something impossible to obtain.
#
233. Burnt not charred, not soaked wet.
Miser,
very powerful.
#
234. Like panic.
Confused
unpalatable.
# 235. Burned villages visible smoke,
burning heart who knows.
Usually
people rarely pay attention to the distress of others.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar